by

PK Nur Alam Mantan Gubernur SULTRA Kandas

Jakarta – Permohonan peninjaun kembali mantan gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Nur Alam di tolak Mahkamah Agung (MA). Nur Alam merupakan koruptor yang mengantongi hukuman 12 tahun penjara.

Kasus bermula pada Oktober 2016. Nur Alam dijadikan tersangka terkait suap dan gratifikasi sejumlah perizinan tambang. Ia lalu menggugat KPK melalui praperadilan terkait penetapan tersangka dirinya. Hasilnya, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak gugatan itu.

Pada 5 Juli 2017, KPK menahan Nur Alam. Di PN Jakarta Pusat, ia dihukum 12 tahun penjara. Di Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta, hukuman dinaikkan menjadi 15 tahun penjara. Hak politik Nur Alam juga dicabut.

Pada Desember 2018, hukuman Nur Alam disunat MA menjadi 12 tahun penjara. MA beralasan Nur Alam hanya terbukti melanggar Pasal 12B UU Tipikor soal gratifikasi. Adapun Pasal 3 UU Tipikor tentang memperkaya diri tidak terbukti.

Nur Alam kemudian mengajukan PK. Apa kata MA?

“Tolak,” demikian bunyi amar putusan MA yang dilansir website MA, Jumat (15/5/2020).

Perkara nomor 132 PK/Pid.Sus/2020 diketok oleh hakim agung Suhadi dengan anggota Eddy Army dan Prof Dr M Askin. Putusan PK Nur Alam ini diputuskan pada 11 Mei 2020.

(source, detik.com)

PERDANANEWS