by

Dirgahayu RI-75, Momentum Pergerakan Pemuda Serta Antusias Pemuda Dalam Dunia Politik, Sebagai Profesi dan Posisi Yang Strategis

Perdananews.com_ Pemuda sejatinya memiliki peran dan fungsi yang strategis dalam akselerasi pembangunan termasuk dalam proses kehidupan berbangsa dan bernegara. Pemuda mestinya menjadi aktor dalam pembangunan.

Tak bisa saya pungkiri bahwa generasi saya adalah generasi atau angkatan muda yang paling banyak mengenyam pendidikan tinggi dan berkualitas di banding dengan generasi-generasi saya sebelumnya.

Yah meskipun saya sendiri tidak pernah menjadi yang terbaik semasa mengenyam pendidikan di tingkat SD, SMP, SMA hingga di perguruan tinggi, justru sebaliknya saya pernah di keluarkan karena bandel sering bolos sekolah dan berdebat dengan bapak/ibu guru.

Beranjak masuk SMA saya membaca Buku yang berjudul “Bikameral Bukan Federal” yang di tulis oleh beberapa anggota dan pimpinan DPD RI. Saya nyaman membaca buku itu, padahal buku tersebut adalah buku politik. “Kamu nakal dan malas sekolah tapi sok-sok’an baca buku kritis” komentar beberapa teman sekolah saya yang usil.

Buku itulah yang membuat saya sangat antusias untuk belajar dan mengetahui dunia politik lebih dalam hingga sekarang saya terlibat di dalamnya sebagai pimpinan parpol. Sebuah partai politik baru yang mengusung ide kekuatan lima besar dunia, didirikan oleh Anis Matta dan Fahri Hamzah bertepatan dengan hari sumpah pemuda 28 Oktober 2019.

Saya tidak terlahir dari keluarga yang notabene adalah politisi, darah politisi saya tidak ada, ayah saya pegawai negeri sipil (PNS) di lingkup pemerintah daerah Kabupaten Konawe. Di akhir masa pensiun, beliau mengembangkan sayapnya di dunia bisnis dan berhasil, namun takdir berkata lain ayah saya meninggal dunia Sebelum pensiun dari pegawai negeri sipil (PNS), karena sakit, beliau menghembuskan nafas terakhir Rumah Sakit Awal Bros Makassar 14 Oktober 2014. Sedangkan ibu saya adalah ibu rumah tangga yang begitu aktif, ulet dan tegas. Ibu saya adalah pengorganisir di keluarga besar kami.

Kenapa Mesti Politik?

Itulah Pertanyaan dari berbagai kalangan anak muda yang sering di lontarkan ke telinga saya, di sebabkan karena masih banyaknya pemuda di luar sana yang menganggap politik dengan konotasi yang negatif.

Yang saya temukan ternyata Dunia politik adalah dunia yang menarik, di dalamnya penuh dengan dinamika, di sana penuh dengan intrik dan manuver. Membutuhkan pengetahuan yang luas dan mendalam, serta peoeple skill yang matang untuk menjadi politisi muda yang baik dan mempuni. Bukan politisi muda yang hadir di moment-moment menjelang pemilu dan pilkada saja, miskin literasi bermodal nama dan financial ayah/ibu sebagai pejabat atau pemegang kendali kekuasaan.

Dunia politik dan politisi adalah profesi atau posisi yang strategis bagi pemuda, sebab di dalamnya kita bisa terlibat di dalam proses kekuasaan baik menjalankan, mengimbangi dan mempertahankan. Politisi juga terlibat di dalam kebijakan-kebijakan publik yang mengatur hajat hidup banyak orang.

Apalagi saya melihat sekarang ini bahwa Politisi kita cenderung memikirkan kepentingan pribadi di banding kepentingan masyarakat. Sebagai kaum muda itu yang saya lihat, kaum muda harus terlibat di dalam proses politik, terlibat di dalam politik bukan hanya dengan menjadi anggota DPR, DPD hingga kepala daerah dan menjadi pengurus parpol seperti saya. Tetapi dengan belajar dan meningkatkan literasi di bidang politik itu sudah cukup.

Kembali mesti saya katakan lagi seperti di tulisan saya sebelumnya yang terbit beberapa bulan lalu saat hebohnya masa pandemi covid-19, bahwa parpol adalah lembaga atau alat negara yang mendapat tingkat kepercayaan publik paling rendah.

Di sisi lain, sikap dan pandangan generasi muda yang mendominasi populasi penduduk Indonesia baik secara langsung maupun tidak langsung banyak mempengaruhi dinamika politik nasional.

Kalau fungsionaris atau pimpinan partai sedikit lebih jeli melihat celah antara masalah dan peluang ini, parpol seharusnya menyusun menyusun strategi untuk melakukan rekrutmen dan menempatkan anak muda dalam jabatan strategis partai.

Saya mengerti prosesnya kalau menempatkan anak mudah di dalam partai politik tidak semudah membalikkan telapak tangan, karena masih banyak pemuda yang bersikap apatis atau masa bodoh terhadap politik. Jadi bukan hanya mencari momentum tertentu dan strategi tetapi juga kalkulasi dan pengendalian emosi.

Sebenarnya kunci kesuksesan negara ini berada di pundak dan tangan pemuda pemudi Indonesia, ketahui fungsimu, tingkatkan peranmu, Terapkan sebagaimana mestinya, kembalikan momentum pergerakan-pergerakan pemuda indonesia kembali bangkit, karena pemuda adalah tumpuk perjuangan.

Dicky Rivaldi Ishak_ sekretaris umum DPD Gelora Indonesia Kabupaten Konawe

PERDANANEWS